
Sistem pengkondisian udara pada mobil terdiri dari banyak komponen. Masing-masing komponen mempunyai peranannya masing-masing dan terikat satu sama lain. Salah satu komponen penting dalam sistem AC mobil adalah kondensor.
Kondensor berperan sebagai penukar panas yang digunakan untuk mengubah gas bertekanan tinggi menjadi cairan bertekanan tinggi, kemudian dialirkan ke Receiver Dryer hingga dilanjutkan ke katup ekspansi.
Kondensor berfungsi untuk menurunkan suhu refrigeran pada saat proses kondensasi. Ketika suhu hangat berhasil diturunkan maka akan terbentuk cairan dingin yang akan dikeluarkan melalui lubang-lubang AC mobil.
Sederhananya, kondensor akan menyerap panas pada freon yang telah dikompresi oleh kompresor dan mengubah freon yang berbentuk gas menjadi cair. Kondensor ini biasa terletak di bagian depan radiator mobil. Dengan adanya posisi tersebut, tidak dapat dipungkiri banyak kotoran yang masuk ke dalam mobil dan membuat kondensor menjadi kotor. Kotoran yang menempel pada kondensor AC mobil dapat menghambat proses kondensasi.
Mengingat peranannya yang penting, kondensor mobil memang perlu mendapat perhatian ekstra. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan bocornya kondensor yang berdampak pada panasnya kabin saat berkendara dengan kecepatan rendah atau berhenti.
Kebocoran kondensor bisa disebabkan oleh hal sepele dan jarang disadari oleh pengemudi, yaitu adanya debu dan kerikil. Kerikil yang memantul dapat mengenai kondensor AC sehingga menyebabkan kebocoran.
Putaran kipas yang terus melemah juga bisa menjadi salah satu penyebab kondensor panas. Putaran kipas yang melemah disebabkan oleh seringnya penggunaan. Freon yang digunakan terlalu banyak juga dapat memicu tekanan berlebih sehingga suhu ruangan menjadi lebih tinggi sehingga membuat kondensor menjadi lebih hangat dari biasanya.
Kondisi motor kipas yang sudah lemah bahkan rusak juga akan membuat kondensor menjadi panas akibat berkurangnya hembusan atau hisapan udara.
Akibatnya kondensor yang berfungsi membuang panas pada mesin AC tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik sehingga membuat sistem AC rusak.
Kondensor memang menjadi salah satu komponen sistem AC mobil yang cukup rawan mengalami kerusakan. Selain AC mobil, masalah pada kondensor juga bisa terjadi akibat mesin mobil yang terlalu panas saat AC menyala. Sebaliknya, saat AC dimatikan, panas mesin akan kembali normal.