
Oli mesin memiliki dua fungsi utama: pelumasan dan pendinginan. Hal ini merupakan peran yang saling terkait karena pelumasan yang tepat juga akan meningkatkan pendinginan yang diperlukan dalam sebagian besar aplikasi. Sekarang mari kita lihat bagaimana minyak memenuhi masing-masing fungsi berikut:
1. Pelumasan Dalam bentuknya yang paling sederhana, oli mesin berfungsi sebagai pelumas untuk meminimalkan kontak antar permukaan yang bergesekan.
Ini memisahkan dua permukaan logam dengan membentuk lapisan yang sangat tipis di antara keduanya dan tidak hanya meminimalkan keausan tetapi juga meminimalkan panas yang dihasilkan oleh gesekan.
Sekali lagi, lebih sedikit gesekan berarti lebih sedikit panas, dan ini adalah cara pertama oli membantu menjaga suhu mesin.
2. CoolingOil berperan sebagai pendingin jauh lebih mudah dan sederhana, meskipun tidak setenar fungsi oli lainnya.
Ketika oli berada di dalam mesin, ia melumasi bagian-bagian yang bergerak dan pada saat yang sama mendinginkan bagian-bagian seperti poros engkol, piston, poros bubungan, dan bantalan.
Bagian-bagian ini terkena suhu tinggi akibat pembakaran dan gesekan, dan meskipun cairan pendingin tidak dapat menembus sebagian besar area ini, oli dapat menembusnya.
Permukaan logam oli memindahkan panas ke oli dan mengalirkannya ke wadah oli atau pendingin.
Pada mesin berperforma tinggi, panas ini biasanya dihilangkan dengan menggunakan oil cooler sebelum oli disirkulasikan kembali.
Proses ini sangat penting karena jika oli tidak mengambil dan membuang panas tersebut ke bagian mesin yang lebih dingin, komponen tersebut akan menjadi sangat panas dan rusak yang mengakibatkan komponen cepat aus.
Bagaimana Fungsi Pendinginan Mesin dengan Sirkulasi Oli Untuk memahami mekanisme di balik peran oli dalam pendinginan mesin, mari kita telusuri proses sirkulasi oli: Pengambilan dan Pemompaan Oli: Proses pertama dimulai dengan wadah oli yang berisi oli. Oli ditarik melalui wadah oli oleh pompa oli melalui tabung penarik dan kemudian dipaksa melalui galeri oli, yang merupakan saluran di dalam blok mesin dan kepala. Penyerapan Panas: Oli bersirkulasi melalui galeri di mana ia melakukan fungsi seperti pelumasan dan pendinginan bagian-bagian penting mesin.
Misalnya, ia menyuplai oli ke bantalan poros engkol yang bergerak setiap menit, dan ini disertai dengan banyak gesekan dan produksi panas.
Ini juga mendinginkan piston dan dinding silinder, yang membentuk ruang tempat terjadinya pembakaran. Perpindahan Panas: Setelah menyerap panas, oli kembali ke wadah oli. Pada mesin berperforma tinggi atau tugas berat, pendingin oli sering ditempatkan di sirkuit ini untuk mendinginkan oli lebih lanjut sebelum disirkulasikan kembali. Kelanjutan Siklus: