
Dengan semakin populernya kendaraan listrik, masyarakat semakin memperhatikan berbagai komponen kendaraan listrik dan prinsip kerjanya. Pada kendaraan berbahan bakar tradisional, radiator merupakan komponen yang sangat penting yang digunakan untuk mendinginkan komponen utama seperti mesin. Lantas, apakah kendaraan listrik juga punya radiator? Ini adalah pertanyaan yang dikhawatirkan banyak orang. Kendaraan listrik sebagian besar ditenagai oleh baterai. Meskipun tidak ada mesin bahan bakar tradisional, baterai, motor, dan komponen kendaraan listrik lainnya juga akan menghasilkan panas selama pengoperasian. Jika panas ini tidak dapat dihilangkan tepat waktu, maka akan mempengaruhi performa, keselamatan, dan masa pakai kendaraan listrik. Jadi mobil listrik memang punya radiator.
Jenis Radiator Kendaraan Listrik
Karena struktur sistem tenaganya yang unik, kendaraan listrik memiliki jenis radiator yang berbeda dari kendaraan berbahan bakar tradisional. Radiator ini menghilangkan panas untuk berbagai komponen kendaraan listrik penghasil panas.
Sistem Manajemen Termal Paket Baterai (BTMS)
Baterai adalah komponen inti kendaraan listrik, dan baterai menghasilkan panas selama pengisian dan pengosongan. Tugas utama sistem manajemen termal paket baterai adalah menjaga suhu pengoperasian baterai yang optimal:
-Ketika suhu tinggi, panas perlu dihilangkan secara efektif untuk mencegah kecelakaan seperti pelepasan panas yang sangat membahayakan keselamatan;
-Ketika suhu rendah, baterai perlu dipanaskan terlebih dahulu, meningkatkan suhu baterai, dan memastikan kinerja pengisian dan pengosongan serta keamanan baterai di lingkungan bersuhu rendah;
-Pada saat yang sama, perlu untuk mengurangi perbedaan suhu di dalam baterai, menghambat pembentukan zona panas lokal, dan mencegah baterai membusuk terlalu cepat di lokasi bersuhu tinggi, sehingga mengurangi masa pakai baterai secara keseluruhan.
Metode pembuangan panas yang umum termasuk merendam sel atau modul baterai dalam cairan isolasi (seperti minyak mineral), atau memasang saluran pendingin di antara modul baterai, atau menggunakan pelat pendingin di bagian bawah baterai.
Sistem Pendingin Motor Penggerak
Motor penggerak kendaraan listrik juga akan memanas selama pengoperasian. Pembuangan panas pada motor penggerak kendaraan listrik murni biasanya menggunakan pendingin cair, yang dilengkapi dengan kipas pendingin, radiator tangki air dan pompa air pendingin, dan motor memanas melalui sirkulasi cairan pendingin. Kipas pendingin dibagi menjadi kipas cerdas yang dikontrol suhu dan kipas yang tidak dikontrol suhu. Untuk performa dan efisiensi energi yang lebih baik, disarankan untuk menggunakan kipas DC brushless, yang tidak memerlukan kipas pendingin elektronik untuk ECU. Saat memilih kipas angin, Anda juga harus memperhatikan diameter kipas, kecepatan, ketahanan suhu, tingkat perlindungan, metode pertukaran udara, dan parameter lainnya.
Pembuangan Panas Komponen Lainnya
Misalnya, modul IGBT (komponen kunci pada komponen tenaga untuk kendaraan listrik) memiliki pembangkitan panas yang tinggi. Kualitas pembuangan panas secara langsung mempengaruhi keandalan seluruh kendaraan. Pendinginan cair sering digunakan, seperti radiator berpendingin air sirip pin.
Ada berbagai macam jenis radiator untuk kendaraan listrik. Metode pembuangan panas yang berbeda digunakan untuk komponen utama yang berbeda seperti baterai, motor, dan komponen daya. Radiator ini bersama-sama memastikan suhu kerja normal berbagai komponen kendaraan listrik.
Bahan dan Desain Radiator
Bahan dan desain radiator merupakan faktor kunci yang menentukan efisiensi pembuangan panasnya. Dalam sistem pendingin kendaraan listrik, material aluminium banyak digunakan karena memiliki banyak sifat unggul. Berbagai jenis dan tingkatan bahan aluminium memainkan peran unik dalam berbagai komponen pembuangan panas.